<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>istanareload</title>
	<atom:link href="http://istanareload.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://istanareload.wordpress.com</link>
	<description>daftar#nama#kota#nohp kirim 085753008654</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2009 10:41:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='istanareload.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>istanareload</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://istanareload.wordpress.com/osd.xml" title="istanareload" />
	<atom:link rel='hub' href='http://istanareload.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cephalopelvic Disproportion (CPD)</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/21/cephalopelvic-disproportion-cpd/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/21/cephalopelvic-disproportion-cpd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 11:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Data dari Reproductive Health Library menyatakan terdapat 180 sampai 200 juta kehamilan setiap tahun. Dari angka tersebut terjadi 585.000 kematian maternal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Sebab kematian tersebut adalah perdarahan 24,8%, infeksi dan sepsis 14,9%, hipertensi dan preeklampsi/eklampsi 12,9%, persalinan macet (distosia) 6,9%, abortus 12,9%, dan sebab langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=95&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAB I<br />
PENDAHULUAN<br />
</strong><br />
<strong>1.1.	Latar Belakang</strong><br />
Data dari <em>Reproductive Health Library</em> menyatakan terdapat 180 sampai 200 juta kehamilan setiap tahun. Dari angka tersebut terjadi 585.000 kematian maternal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Sebab kematian tersebut adalah perdarahan 24,8%, infeksi dan sepsis 14,9%, hipertensi dan preeklampsi/eklampsi 12,9%, persalinan macet (distosia) 6,9%, abortus 12,9%, dan sebab langsung yang lain 7,9%.1<br />
Seksio sesarea di Amerika Serikat dilaporkan meningkat setiap tahunnya, Pada tahun 2002 terdapat 27,6 % seksio sesarea dari seluruh proses kelahiran. Dari angka tersebut, 19,1% merupakan seksio sesarea primer. Laporan American College of Obstretician and Gynaecologist (ACOG) menyatakan bahwa seksio sesarea primer terbanyak pada primigravida dengan fetus tunggal, presentasi vertex, tanpa komplikasi. Indikasi primigravida tersebut untuk seksio sesarea adalah presentasi bokong, preeklampsi, distosia, fetal distress, dan elektif. Distosia merupakan indikasi terbanyak untuk seksio sesarea <span id="more-95"></span>pada primigravida sebesar 66,7%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan penelitian Gregory dkk pada 1985 dan 1994 masing-masing 49,7% dan 51,4% distosia menyebabkan seksio sesarea.2<br />
Distosia adalah persalinan yang abnormal atau sulit dan ditandai dengan terlalu lambatnya kemajuan persalinan. Kelainan persalinan ini menurut ACOG dibagi menjadi 3 yaitu kelainan kekuatan (power), kelainan janin (passenger), dan kelainan jalan lahir (passage). Panggul sempit (pelvic contaction) merupakan salah satu kelainan jalan lahir yang akan menghambat kemajuan persalinan karena ketidaksesuaian antara ukuran kepala janin dengan panggul ibu yang biasa disebut dengan disproporsi sefalopelvik. Istilah disproporsi sefalopelvik  muncul pada masa dimana indikasi utama seksio sesarea adalah panggul sempit yang disebabkan oleh rakhitis. Disproporsi sefalopelvik sejati seperti itu sekarang sudah jarang ditemukan, umumnya disebabkan oleh janin yang besar.3<br />
Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada disproporsi sefalopelvik sebagai salah satu penyebab distosia penting dimiliki oleh dokter.</p>
<p><strong>BAB III<br />
TINJAUAN PUSTAKA</strong></p>
<p><strong>3.1		Definisi</strong><br />
Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit, janin yang besar ataupun kombinasi keduanya.3 </p>
<p>3.2		Ukuran Panggul<br />
3.2.1		Pintu Atas Panggul<br />
Pintu atas panggul dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacrum 1, linea innominata, serta pinggir atas simfisis. Konjugata diagonalis adalah jarak dari pinggir bawah simfisis ke promontorium, Secara klinis, konjugata diagonalis dapat diukur dengan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan menyusur naik ke seluruh permukaan anterior sacrum, promontorium teraba sebagai penonjolan tulang. Dengan jari tetap menempel pada promontorium, tangan di vagina diangkat sampai menyentuh arcus pubis dan ditandai dengan jari telunjuk tangan kiri. Jarak antara ujung jari pada promontorium sampai titik yang ditandai oleh jari telunjuk merupakan panjang konjugata diagonalis.1,3<br />
Konjugata vera yaitu jarak dari pinggir atas simfisis ke promontorium yang  dihitung dengan mengurangi konjugata diagonalis 1,5 cm, panjangnya lebih kurang 11 cm. Konjugata obstetrika merupakan konjugata yang paling penting yaitu jarak antara bagian tengah dalam simfisis dengan promontorium, Selisih antara konjugata vera dengan konjugata obstetrika sedikit sekali.1 </p>
<p><img src="http://istanareload.files.wordpress.com/2009/05/gambar-pap.jpg" alt="" /><br />
Gambar 1. Diameter pada Pintu Atas Panggul</p>
<p><strong>3.2.2	Panggul Tengah (Pelvic Cavity)</strong><br />
Ruang panggul ini memiliki ukuran yang paling luas. Pengukuran klinis panggul tengah tidak dapat diperoleh secara langsung. Terdapat penyempitan setinggi spina isciadika, sehingga bermakna penting pada distosia setelah kepala engagement. Jarak antara kedua spina ini yang biasa disebut distansia interspinarum merupakan jarak panggul terkecil yaitu sebesar 10,5 cm. Diameter anteroposterior setinggi spina isciadica berukuran 11,5 cm. Diameter sagital posterior, jarak antara sacrum dengan garis diameter interspinarum berukuran 4,5 cm.3,4 </p>
<p><strong>3.2.3	Pintu Bawah Panggul </strong><br />
Pintu bawah panggul bukanlah suatu bidang datar namun terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama yaitu garis yang menghubungkan tuber isciadikum kiri dan kanan. Pintu bawah panggul yang dapat diperoleh melalui pengukuran klinis adalah jarak antara kedua tuberositas iscii atau distansia tuberum (10,5 cm), jarak dari ujung sacrum ke tengah-tengah distensia tuberum atau diameter sagitalis posterior (7,5 cm), dan jarak antara pinggir bawah simpisis ke ujung sacrum (11,5 cm). 4,5</p>
<p><strong>3.3	Panggul Sempit </strong><br />
Distosia adalah persalinan yang sulit dan ditandai oleh terlalu lambatnya kemajuan persalinan. Distosia dapat disebabkan oleh kelainan pada servik, uterus, janin, tulang panggul ibu atau obstruksi lain di jalan lahir. Kelainan ini oleh ACOG dibagi menjadi tiga yaitu:<br />
1.	Kelainan kekuatan (power) yaitu kontraktilitas uterus dan upaya ekspulsif ibu.<br />
a.	Kelainan his : inersia uteri / kelemahan his<br />
b.	kekuatan mengejan yang kurang misalnya pada hernia atau sesak nafas.<br />
2.	Kelainan yang melibatkan janin (passenger), misalnya letak lintang, letak dahi, hidrosefalus.<br />
3.	Kelainan jalan lahir (passage), misalnya panggul sempit, tumor yang mempersempit jalan lahir.3,4<br />
Pola Kelainan Persalinan, Diagnostik, Kriteria dan Metode Penanganannya3</p>
<p><em>Pola Persalinan	Kriteria Diagnostik	Penanganan yang dianjurkan	Penanganan Khusus</em><br />
<img src="http://istanareload.files.wordpress.com/2009/05/pola-kelainan-persalinan-diagnostik-kriteria-dan-metode-penanganannya3_resize.png" alt="" /></p>
<p>Panggul dengan ukuran normal tidak akan mengalami kesukaran kelahiran pervaginam pada janin dengan berat badan yang normal. Ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil karena pengaruh gizi, lingkungan atau hal lain sehingga menimbulkan kesulitan pada persalinan pervaginam. Panggul sempit yang penting pada obstetric bukan sempit secara anatomis namun panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. Selain panggul sempit dengan ukuran yang kurang dari normal, juga terdapat panggul sempit lainnya. Panggul ini digolongkan menjadi empat, yaitu:<br />
1.	Kelainan karena gangguan pertumbuhan intrauterine: panggul Naegele, panggul Robert, split pelvis, panggul asimilasi.<br />
2.	Kelainan karena kelainan tulang dan/ sendi: rakitis, osteomalasia, neoplasma, fraktur, atrofi, nekrosis, penyakit pada sendi sakroiliaka dan sendi sakrokoksigea.<br />
3.	Kelainan panggul karena kelainan tulang belakang: kifosis, skoliosis, spondilolistesis.<br />
4.	Kelainan panggul karena kelainan pada kaki: koksitis, luksasio koksa, atrofi atau kelumpuhan satu kaki.4<br />
Setiap penyempitan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul dapat menyebabkan distosia saat persalinan. penyempitan dapat terjadi pada pintu atas panggul, pintu tengah panggul, pintu bawah panggul, atau panggul yang menyempit seluruhnya.3</p>
<p>3.3.1 	Penyempitan pintu atas panggul<br />
Pintu atas panggul dianggap sempit apabila diameter anterioposterior terpendeknya (konjugata vera) kurang dari 10 cm atau apabila diameter transversal terbesarnya kurang dari 12 cm. Diameter anteroposterior pintu atas panggul sering diperkirakan dengan mengukur konjugata diagonal secara manual yang biasanya lebih panjang 1,5 cm. Dengan demikian, penyempitan pintu atas panggul biasanya didefinisikan sebagai konjugata diagonal yang kurang dari 11,5 cm.3 Mengert (1948) dan Kaltreider (1952) membuktikan bahwa kesulitan persalinan meningkat pada diameter anteroposterior kurang dari 10 cm atau diameter transversal kurang dari 12 cm. Distosia akan lebih berat pada kesempitan kedua diameter dibandingkan sempit hanya pada salah satu diameter.4<br />
Diameter biparietal janin berukuran 9,5-9,8 cm, sehingga sangat sulit bagi janin bila melewati pintu atas panggul dengan diameter anteroposterior kurang dari 10 cm. Wanita dengan tubuh kecil kemungkinan memiliki ukuran panggul yang kecil, namun juga memiliki kemungkinan janin kecil. Dari penelitian Thoms pada 362 nullipara diperoleh rerata berat badan anak lebih rendah (280 gram) pada wanita dengan panggul sempit dibandingkan wanita dengan panggul sedang atau luas.3<br />
Pada panggul sempit ada kemungkinan kepala tertahan oleh pintu atas panggul, sehingga gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi uterus secara langsung menekan bagian selaput ketuban yang menutupi serviks. Akibatnya ketuban dapat pecah pada pembukaan kecil dan terdapat resiko prolapsus funikuli. Setelah selaput ketuban pecah, tidak terdapat tekanan kepala terhadap serviks dan segmen bawah rahim sehingga kontraksi menjadi inefektif dan pembukaan berjalan lambat atau tidak sama sekali. Jadi, pembukaan yang berlangsung lambat dapat menjadi prognosa buruk pada wanita dengan pintu atas panggul sempit.3,4<br />
Pada nulipara normal aterm, bagian terbawah janin biasanya sudah masuk dalam rongga panggul sebelum persalinan. Adanya penyempitan pintu atas panggul menyebabkan kepala janin megapung bebas di atas pintu panggul sehingga dapat menyebabkan presentasi janin berubah. Pada wanita dengan panggul sempit terdapat presentasi wajah dan bahu tiga kali lebih sering dan prolaps tali pusat empat sampai enam kali lebih sering dibandingkan wanita dengan panggul normal atau luas.3</p>
<p>3.3.2	Penyempitan panggul tengah<br />
Dengan sacrum melengkung sempurna, dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi, foramen isciadikum cukup luas, dan spina isciadika tidak menonjol ke dalam, dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. Penyempitan pintu tengah panggul lebih sering dibandingkan pintu atas panggul.Hal ini menyebabkan terhentunya kepala janin pada bidang transversal sehingga perlu tindakan forceps tengah atau seksio sesarea.3,4<br />
 Penyempitan pintu tengah panggul belum dapat didefinisikan secara pasti seperti penyempitan pada pintu atas panggul. Kemungkinan penyempitan pintu tengah panggul apabila diameter interspinarum ditambah diameter sagitalis posterior panggul tangah adalah 13,5 cm atau kurang. (3) Ukuran terpenting yang hanya dapat ditetapkan secara pasti dengan pelvimetri roentgenologik ialah distansia interspinarum. Apabila ukuran ini kurang dari 9,5 cm, perlu diwaspadai kemungkinan kesukaran persalinan apalagi bila diikuti dengan ukuran diameter sagitalis posterior pendek.4 </p>
<p><strong>3.3.3	Penyempitan Pintu Bawah Panggul </strong><br />
Pintu bawah panggul bukan suatu bidang datar melainkan dua segitiga dengan diameter intertuberosum sebagai dasar keduanya. Penyempitan pintu bawah panggul terjadi bila diameter distantia intertuberosum berjarak 8 cm atau kurang. Penyempitan pintu bawah panggul biasanya disertai oleh penyempitan pintu tengah panggul.3<br />
Disproporsi kepala janin dengan pintu bawah panggul tidak terlalu besar dalam menimbulkan distosia berat. Hal ini berperan penting dalam menimbulkan robekan perineum. Hal ini disebabkan arkus pubis yang sempit, kurang dari 900 sehingga oksiput tidak dapat keluar tepat di bawah simfisis pubis, melainkan menuju ramus iskiopubik sehingga perineum teregang dan mudah terjadi robekan.3</p>
<p><strong>3.4	 Perkiraan Kapasitas Panggul Sempit </strong><br />
Perkiraan panggul sempit dapat diperoleh dari pemeriksaan umum dan anamnesa. Misalnya pada tuberculosis vertebra, poliomyelitis, kifosis. Pada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normal ada kemungkinan memiliki kapasitas panggul sempit, namun bukan berarti seorang wanita dengan tinggi badan yang normal tidak dapat memiliki panggul sempit. Dari anamnesa persalinan terdahulu juga dapat diperkirakan kapasitas panggul. Apabila pada persalinan terdahulu berjalan lancar  dengan bayi berat badan normal, kemungkinan panggul sempit adalah kecil.4<br />
Pengukuran panggul (pelvimetri) merupakan salah satu cara untuk memperoleh keterangan tentang keadaan panggul. Melalui pelvimetri dalama dengan tangan dapat diperoleh ukuran kasar pintu atas dan tengah panggul serta memberi gambaran jelas pintu bawah panggul. Adapun pelvimetri luar tidak memiliki banyak arti.4<br />
 Pelvimetri radiologis dapat memberi gambaran yang jelas dan mempunyai tingkat ketelitian yang tidak dapat dicapai secara klinis. Pemeriksaan ini dapat memberikan pengukuran yang tepat dua diameter penting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitu diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika.6 Tetapi pemeriksaan ini memiliki bahaya pajanan radiasi  terutama bagi janin sehingga jarang dilakukan.4 Pelvimetri dengan CT scan dapat mengurangi pajanan radiasi, tingkat keakuratan lebih baik dibandingkan radiologis, lebih mudah, namun biayanya mahal. Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan dengan MRI dengan keuntungan antara lain tidak ada radiasi, pengukuran panggul akurat, pencitraan janin yang lengkap. Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena biaya yang mahal.3 Dari pelvimetri dengan pencitraan dapat ditentukan jenis panggul, ukuran pangul yang sebenarnya, luas bidang panggul, kapasitas panggul, serta daya akomodasi yaitu volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan.6<br />
Pada kehamilan yang aterm dengan presentasi kepala dapat dilakukan pemeriksaan dengan metode Osborn dan metode Muller Munro Kerr. Pada metode Osborn, satu tangan menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidak. Metode Muller Munro Kerr dilakukan dengan satu tangan memegang kepala janin dan menekan kepala ke arah rongga panggul, sedang dua jari tangan yang lain masuk ke vagina untuk menentukan seberapa jauh kepala mengikuti tekanan tersebut dan ibu jari yang masuk ke vagina memeriksa dari luar hubungan antara kepala dan simfisis.4</p>
<p><strong>3.5		Janin yang besar</strong><br />
Normal berat neonatus pada umumnya 4000gram dan jarang ada yang melebihi 5000gram. Berat badan neonatus lebih dari 4000gram dinamakan bayi besar. Frekuensi berat badan lahir lebih dari 4000gram adalah 5,3%, dan berat badan lahir yang melihi 4500gram adalah 0,4%. Biasanya untuk berat janin 4000-5000 gram pada panggul normal tidak terdapat kesulitan dalam proses melahirkan. Factor keturunan memegang peranan penting sehingga dapat terjadi bayi besar. Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu yang mengalami diabetes mellitus, postmaturitas, dan pada grande multipara. Selain itu, yang dapat menyebabkan bayi besar adalah ibu hamil yang makan banyak, hal tersebut masih diragukan.4<br />
Untuk menentukan besarnya janin secara klinis bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Kadang-kadang bayi besar baru dapat kita ketahui apabila selama proses melahirkan tidak terdapat kemajuan sama sekali pada proses persalinan normal dan biasanya disertai oleh keadaan his yang tidak kuat. Untuk kasus seperti ini sangat dibutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui apakah terjadi sefalopelvik disproporsi. Selain itu, penggunaan alat ultrasonic juga dapat mengukur secara teliti apabila terdapat  bayi dengan tubuh besar dan kepala besar.4<br />
Pada panggul normal, biasanya tidak menimbulkan terjadinya  kesulitan dalam proses melahirkan janin yang beratnya kurang dari 4500gram. Kesulitan dalam persalinan biasanya terjadi karena kepala janin besar atau kepala keras yang biasanya terjadi pada postmaturitas tidak dapat memasuki pntu atas panggul, atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul. Bahu yang lebar selain dapat ditemukan pada janin yang memiliki berat badan lebih juga dapat dijumpai pada anensefalus. Janin dapat meninggal selama proses persalinan dapat terjadi karena terjadinya asfiksia dikarenakan selama proses kelahiran kepala anak sudah lahir, akan tetapi karena lebarnya bahu mengakibatkan terjadinya macet dalam melahirkan bagian janin yang lain. Sedangkan penarikan kepala janin yang terlalu kuat ke bawah dapat mengakibatkan terjadinya cedera pada nervus brakhialis dan muskulus sternokleidomastoideus.4</p>
<p><strong>3.6	Penanganan<br />
3.6.1	Persalinan Percobaan</strong><br />
Setelah dilakukan penilaian ukuran panggul serta hubungan antara kepala janin dan panggul dapat diperkirakan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginan dengan selamat dapat dilakukan persalinan percobaan. Cara ini merupakan tes terhadap kekuatan his, daya akomodasi, termasuk moulage karena faktor tersebut tidak dapar diketahui sebelum persalinan.4<br />
Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala, tidak bisa pada letak sungsang, letak dahi, letak muka, atau kelainan letak lainnya. Ketentuan lainnya adalah umur keamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu karena kepala janin bertambah besar sehingga sukar terjadi moulage dan ada kemungkinan disfungsi plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan.4<br />
Pada janin yang besar kesulitan dalam melahirkan bahu tidak akan selalu dapat diduga sebelumnya. Apabila dalam proses kelahiran kepala bayi sudah keluar sedangkan dalam melahirkan bahu sulit, sebaiknya dilakukan episiotomy medioateral yang cukup luas, kemudian hidung dan mulut janin dibersihkan, kepala ditarik curam kebawah dengan hati-hati dan tentunya dengan kekuatan terukur. Bila hal tersebut tidak berhasil, dapat dilakukan pemutaran badan bayi di dalam rongga panggul, sehingga menjadi bahu depan dimana sebelumnya merupakan bahu belakang dan lahir dibawah simfisis. Bila cara tersebut masih juga belum berhasil, penolong memasukkan tangannya kedalam vagina, dan berusaha melahirkan janin dengan menggerakkan dimuka dadanya. Untuk melahirkan lengan kiri, penolong menggunakan tangan kanannya, dan sebaliknya. Kemudian bahu depan diputar ke diameter miring dari panggul untuk melahirkan bahu depan.4<br />
Persalinan percobaan ada dua macam yaitu trial of labour dan test of labour. Trial of labour serupa dengan persalinan percobaan di atas, sedangkan test of labour sebenarnya adalah fase akhir dari trial of labour karena baru dimulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam kemudian. Saat ini  test of labour jarang digunakan karena biasanya pembukaan tidak lengkap pada persalinan dengan pangul sempit dan terdapat kematian anak yang tinggi pada cara ini.7<br />
Keberhasilan persalinan percobaan adalah anak dapat lahir sontan per vaginam atau dibantu ekstraksi dengan keadaan ibu dan anak baik. Persalinan percobaan dihentikan apabila pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannnya, keadaan ibu atau anak kurang baik, ada lingkaran bandl, setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah kepala tidak masuk PAP dalam 2 jam meskipun his baik, serta pada forceps yang gagal. Pada keadaan ini dilakukan seksio sesarea.7</p>
<p><strong>3.6.2	Seksio Sesarea</strong><br />
Seksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan kehamilan aterm, atau disproporsi sephalopelvik yang nyata. Seksio juga dapat dilakukan pada kesempitan panggul ringan apabila ada komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan letak janin yang tak dapat diperbaiki.4<br />
 Seksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa waktu) dilakukan karena peralinan perobaan dianggap gagal atau ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin sedangkan syarat persalinan per vaginam belum dipenuhi.4<br />
<strong><br />
3.6.3	Simfisiotomi </strong><br />
Tindakan ini dilakukan dengan memisahkan panggul kiri dan kanan pada simfisis. Tindakan ini sudah tidak dilakukan lagi.4</p>
<p>3.6.4	Kraniotomi dan Kleidotomi<br />
Pada janin yang telah mati dapat dilakukan kraniotomi atau kleidotomi. Apabila panggul sangat sempit sehingga janin tetap tidak dapat dilahirkan, maka dilakukan seksio sesarea.4<br />
<strong><br />
DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>1.	Saifuddin AB. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Keempat. Jakarta: BP-SP, 2008.<br />
2.	Lowe, N.K. The Dystocia Epidemic in Nulliparous Women. School of Nursing Oregon Health &amp; Science University. 2005. [Online] Hyperlink: http://196.33.159.102/1961%20VOL%20XXXV%20JulDec/Articles/10%20October/3.5%20A%20CLINICAL%20CLASSIFICATION%20OF%20CEPHALO-PELVIC%20DISPROPORTION.%20C.J.T.%20Craig.pdf, 10 Mei 2009.<br />
3. Cunningham FG, Gant FN, Leveno KJ, dkk. Obstetri Williams. Edisi 21. Jakarta: EGC, 2005.<br />
4.	Winkjosastro H. Ilmu Kebidanan. Edisi Ketiga. Jakarta: YBP-SP, 2007.<br />
5.	Bagian Obstetri &amp; Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Obstetri Fisiologi. Bandung: Elemen, 1983.<br />
6. Israr YA, Irwan M, Lestari, dkk. Arrest of Decent- Cephalopelvc Disproportion (CPD). 2008. [Online] Hyperlink: http://72.14.235.132/search?q=cache:RqVXzDPzkgIJ:yayanakhyar.wordpress.com/2008/09/05/arrest-of-decent-cephalopelvic-disproportion-cpd/+Cephalo-pelvic+disproportion&amp;cd=1&amp;hl=id&amp;ct=clnk&amp;gl=id, 20 Mei 2009.<br />
7.	Bagian Obstetri &amp; Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Obstetri Patologi. Bandung: Elstar, 1982.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=95&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/21/cephalopelvic-disproportion-cpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://istanareload.files.wordpress.com/2009/05/gambar-pap.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://istanareload.files.wordpress.com/2009/05/pola-kelainan-persalinan-diagnostik-kriteria-dan-metode-penanganannya3_resize.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LETAK LINTANG</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/21/letak-lintang/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/21/letak-lintang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 10:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Letak Lintang Ditulis oleh : &#8211; Sri Handaryati - Dewi Sandra marlina Simatupang - Ratih Ekamawati BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Letak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=89&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul		: Letak Lintang</strong><br />
<em>Ditulis oleh	: &#8211;    Sri Handaryati<br />
                  -	Dewi Sandra marlina Simatupang<br />
                  -	Ratih Ekamawati </em></p>
<p><strong>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>1.1 Latar Belakang</strong><br />
Letak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip, hasilnya adalah letak lintang oblik. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah <span id="more-89"></span>menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1,2,3 .<br />
Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan. Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3.<br />
Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0,3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital, USA. Di Parklannd Hospital, dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2.<br />
Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang, antara lain: RSUD dr.Pirngadi, Medan 0,6%; RS Hasan Sadikin Bandung 1,9%; RSUP dr. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0,1%; sedangkan Greenhill menyebut 0,3% dan Holland 0,5-0,6%. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1,3.<br />
Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal, sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri, juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin, Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3.</p>
<p><strong>BAB III<br />
TINJAUAN PUSTAKA</p>
<p>3.1 Definisi</strong><br />
Letak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin, sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1,2.<br />
Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1,4. </p>
<p><strong>3.2 Klasifikasi </strong><br />
1.	Menurut letak kepala terbagi atas :<br />
a.	Lli I : kepala di kiri<br />
b.	Lli II : kepala di kanan<br />
2.	Menurut posisi punggung terbagi atas :<br />
a.	dorso anterior ( di depan )<br />
b.	dorso posterior ( di belakang )<br />
c.	dorso superior ( di atas )<br />
d.	dorso inferior ( di bawah )5</p>
<p><strong>3.3 Etiologi </strong><br />
Penyebab utama letak lintang adalah 1,2,4 :<br />
1.	Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan, sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir, yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang.<br />
2.	Janin prematur<br />
3.	Plasenta previa<br />
4.	Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar<br />
5.	Panggul sempit dan tumor di daerah panggul<br />
6.	kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus      </p>
<p><strong>3.4 Diagnosis</strong><br />
Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1,2.<br />
Pada palpasi fundus uteri kosong, balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain, dan di atas simfisiss juga kosong, kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul, pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Bila ketiak dapat diraba, arah menutupnya mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. Kalau ketiak menutup kekiri, kepala berada di sebelah kiri, sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan, kepala berada di sebelah kanan. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. Pada saat yang sama, posisi punggung mudah diketahui. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang, sedangkan dada dengan terabanya klavikula. Pada pemeriksaan dalam, pada tahap awal persalinan, bagian dada bayi, jika dapat diraba, dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. Bila dilatasi bertambah, skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. Bila punggungnya terletak di anterior, suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu; bila punggungnya di posterior, teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1,2.<br />
Pada tahap lanjut persalinan, bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2. </p>
<p><strong>3.5 Mekanisme persalinan</strong><br />
Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan, tidak dapat terjadi persalinan spontan. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan, akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Setelah ketuban pecah, jika persalinan berlanjut, bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. Setelah terjadi sedikit penurunan, bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul, dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Bila proses persalinan berlanjut, bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1,2.<br />
Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin, segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis, sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep, sedangkan janin akan meninggal. Bila tidak segera dilakukan pertolongan, akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi, dan sering kali meninggal pula 1,4.<br />
Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar, persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1,2,4.<br />
Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang, badan bagian bawah, bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir, kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul, kemudian dilewati oleh bokong dan kaki, sehingga bahu, bokong dan kaki lahir, selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang, akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1.</p>
<p><strong>3.6 Penatalaksaan</strong><br />
Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang, sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit, tumor dalam panggul, atau plasenta previa, sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil, janin mungkin akan memutar kembali. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset, dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan, sehingga bila terjadi perubahan letak, segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil, sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik, sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap; 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his, maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli; 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1.<br />
Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik, tidak didapatkan kesempitan panggul, dan janin tidak seberapa besar, dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli, harus segera dilakukan seksio sesarea. Jika ketuban pecah, tetapi tidak ada prolapsus funikuli, maka bergantung kepada tekanan, dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir, ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. Pada letak lintang kasep, versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri, sehingga bila janin masih hidup, hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera, sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1.       </p>
<p><strong>3.7 Prognosis </strong><br />
Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala, tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang, seperti misalnya panggul sempit, tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu maupun janinnya 1.<br />
Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri, juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan, tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan, karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu, seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung,1996), sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23,3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18,3% 1.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><br />
1.	Wiknjosastro, H. (Ed.). (2007). Ilmu Kebidanan (kesembilan ed.). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.<br />
2.	Cunningham, G., Gant, N. F., Leveno, K. J., Gilstrap III, L., Hauth, J. C., &amp; Wenstrom, K. D. (2006). Obstetri William (21 ed., Vol. 1). Jakarta: EGC.<br />
3.	Admin. (2008). Kehamilan Dengan Letak Lintang. Retrieved Mei 2009, from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux.blogspot.com/2009/02/kehamilan-dengan-letak-lintang.html<br />
4.	Obstetri Patologi. (1984). Bandung: Bag. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung.<br />
5.	 Mochtar, D. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta : EGC. 1998; Hal. 366-372<br />
6.	Idmgarut. (2009, Januari). Case Report: Letak Lintang. Retrieved Mei 2009, from http://idmgarut.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=89&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/21/letak-lintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IstanaReload yang murah</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/17/istanareload-yang-murah/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/17/istanareload-yang-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 12:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Pulsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Pulsa istanareload merupakan pulsa yang murah. dimana harga mudah terjangkau untuk setiap daerah. Kalo emang penasaran anda bisa liat harganya contohnya aja pulsa simpati dan As S5=5125; S10=9950; S15=15700; S20=19550; S25=24700; S50=48200 dan lain2. untuk lebih jelas anda bisa langsung klik Daftar Harga. Bukan hanya pulsa elektronik aja yang tersedia. tapi ada juga pulsa fisik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=72&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>           Pulsa istanareload merupakan pulsa yang murah. dimana harga mudah terjangkau untuk setiap daerah.<br />
           Kalo emang penasaran anda bisa liat harganya contohnya aja pulsa simpati dan As S5=5125; S10=9950; S15=15700; S20=19550; S25=24700; S50=48200 dan lain2. untuk lebih jelas anda bisa langsung klik <a href="http://istanareload.wordpress.com/daftar-harga/">Daftar Harga</a>.</p>
<p>           Bukan hanya pulsa elektronik aja yang tersedia. tapi ada juga pulsa fisik <a href="http://istanareload.wordpress.com/daftar-harga/pulsa-fisik/">silakan klik</a>.<br />
Silakan daftar ketik daftar#nama#kota#nohp kirim ke 085753008654</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=72&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/17/istanareload-yang-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SETTING IM3 DURASI BUAT INTERNETAN DI PC</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/setting-im3-durasi-buat-internetan-di-pc/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/setting-im3-durasi-buat-internetan-di-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 14:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekhnologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang suka berinternetan murah meriah hanya mengeluarkan duit 5.000 atau 10.000 bisa berinternet selama 4 jam atau 8 jam. Klo pengen manfaatin IM3 durasi ini, cobain langkah2 berikut: 1. Untuk bisa menikmati paket durasi yang super murah dari IM3 kamu harus beli dulu pulsa GPRSnya, bisa dibeli di dealer resmi indosat atau counter yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=39&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang suka berinternetan murah meriah hanya mengeluarkan duit 5.000 atau 10.000 bisa berinternet selama 4 jam atau 8 jam. Klo pengen manfaatin IM3 durasi ini, cobain langkah2 berikut:<span id="more-39"></span></p>
<p>1. Untuk bisa menikmati paket durasi yang super murah dari IM3 kamu harus beli dulu pulsa GPRSnya, bisa dibeli di dealer resmi indosat atau counter yang menyediakan pulsa GPRS kodenya elektronik vouchernya &#8220;I5G&#8221;. Setelah terisi coba kamu cek *388*1# nanti ada info saldo berdasarkan menit (bukan nominal pulsa). Kalau belum begini ya masih pakai pulsa standar lumayan mahal. Paket GPRS 5000 bisa dapet 250 menit. lumayan&#8230;</p>
<p>2. Lakukan langkah berikut :<br />
[!]. Coba pakai IM3 voucher GPRS &#8211; Time based.<br />
- Klik control panel<br />
- Network connections<br />
- Create a new connection<br />
- Connect to the internet<br />
- Set up my connection manually<br />
- connect using a dial up modem<br />
- Isikan ISP (terserah kamu)<br />
- Isikan Phone number : *99***1#<br />
- Username : indosat@durasi<br />
- Pasword : indosat@durasi -&gt; finish.<br />
- Catatan : &#8220;Modem properties&#8221; &#8211; &#8220;advance&#8221; pada phone and modem options lebih baik kosongi saja&#8230;</p>
<p>[!]. Untuk Membuat setingan menjadi Volume based caranya sama tinggal ubah username : gprs password : im3</p>
<p>&#8211; 3G akan otomatis menyesuaikan terhadap signal yang dijangkau. Jika diwilayah A tidak support 3G berarti jangkauan jaringan untuk sementara memakai GPRS, dan jika kamu sudah pindah ke wilayah B yang dijangkau jaringan 3G tentu saja jaringan HP akan berubah dengan sendirinya. dari GPRS ke 3G.</p>
<p>Perlu diingat, setelah saya coba, kecepatannya emang kurang memuaskan, namun kamu bisa akalin dengan pake opera mini..petunjuk nya bisa kamu dapatkan di sini.<br />
and katanya juga, pake Opera 9 bisa juga.</p>
<p>Met Mencoba!!</p>
<p><em>Catatan:</em><br />
Biasanya Untuk settingan GPRS di handphonenya, sebenarnya tidak perlu karena IM3 akan langsung aktif tapi buat yang masih ngotot harus setting bisa digunakan parameter2 dibawah ini :<br />
Connection Name : M3-gprs<br />
Data Bearer : GPRS<br />
Access Point Name : www.indosat-m3.net<br />
Username : gprs<br />
Prompt Password : No<br />
Password : im3<br />
Authentication : Normal<br />
Proxy address : 010.019.019.019<br />
Homepage : http://wap.indosat-m3.net<br />
Connection Security : Off<br />
Session Mode : Permanent</p>
<p>Sumber: <em>www.bnugraha1.blogspot.com</em><br />
	  <em>www.wenxxx.wordpress.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=39&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/setting-im3-durasi-buat-internetan-di-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SETTING DIAL UP INTERNET MENGGUNAKAN OPERATOR GSM DAN CDMA</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/setting-dial-up-internet-menggunakan-operator-gsm-dan-cdma/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/setting-dial-up-internet-menggunakan-operator-gsm-dan-cdma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 14:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekhnologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[1. Telkomsel Flash – Halo/Simpati/As (Waktu) Dial Up Number : *99***1# User Name : Password : Access Point : FLASH Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,”flash” 2. Telkomsel GPRS – Halo/Simpati/As (Data) Dial Up Number : *99***1# User Name : wap Password : wap123 Access Point : TELKOMSEL Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,”internet” 3. Indosat – Matrix – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=36&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Telkomsel Flash – Halo/Simpati/As (Waktu)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name :<br />
Password :<br />
Access Point : FLASH<br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,”flash”</p>
<p><strong>2. Telkomsel GPRS – Halo/Simpati/As (Data)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name : wap<br />
Password : wap123<br />
Access Point : TELKOMSEL<span id="more-36"></span><br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,”internet”</p>
<p><strong>3. Indosat – Matrix – (Data)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name :<br />
Password :<br />
Access Point : www.satelindogprs.com<br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.satelindogprs.com”</p>
<p><strong>4. Indosat – Mentari – (Data)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name : indosat<br />
Password : indosat<br />
Access Point : www.satelindogprs.com<br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.satelindogprs.com”</p>
<p><strong>5. Indosat – IM3 – (Data)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name : gprs<br />
Password : im3<br />
Access Point : www.indosat-m3.net<br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.indosat-m3.net”</p>
<p><strong>6. Indosat – IM3 – (Waktu)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name : indosat@durasi<br />
Password : indosat@durasi<br />
Access Point : www.indosat-m3.net<br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.indosat-m3.net”</p>
<p><strong>7. XL – Xplor/Bebas/Jempol (Data)</strong><br />
Dial Up Number : *99***1#<br />
User Name : xlgprs<br />
Password : proxl<br />
Access Point : www.xlgprs.net<br />
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.xlgprs.net”</p>
<p><strong>8. Telkom Flexi – Classy/Trendy (Data)</strong><br />
Dial Up Number : #777<br />
User Name : telkomnet@flexi<br />
Password : telkom<br />
Access Point :<br />
Extra Setting : at+crm=1</p>
<p><strong>9. Telkom Flexi – Classy/Trendy (Waktu)</strong><br />
Dial Up Number : 080989999<br />
User Name : telkomnet@instan<br />
Password : telkom<br />
Access Point :<br />
Extra Setting : at+crm=0</p>
<p><strong>10. Mobile 8 – Fren</strong><br />
Dial Up Number : #777<br />
User Name : m8<br />
Password : m8<br />
Access Point :<br />
Extra Setting :</p>
<p><strong>11. Starone</strong><br />
Dial Up Number : #777<br />
User Name : starone<br />
Password : indosat<br />
Access Point :<br />
Extra Setting :</p>
<p><strong>12. Esia (Waktu)</strong><br />
Dial Up Number : #777<br />
User Name : esia<br />
Password : esia<br />
Access Point :<br />
Extra Setting :</p>
<p><strong>Lebih jelasnya kunjungi :</strong> <em>www.charles.wordpress.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=36&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/setting-dial-up-internet-menggunakan-operator-gsm-dan-cdma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Setting GPRS dan MMS untuk Semua Operator</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/cara-setting-gprs-dan-mms-untuk-semua-operator/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/cara-setting-gprs-dan-mms-untuk-semua-operator/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 14:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekhnologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum melakukan browsing harus diperhatikan settingan untuk koneksi internet. Berikut ini settingan untuk masing-masing operator. Diharapkan bisa membantu teman yang kebingungan. Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi www.seluler.co.id. TELKOMSEL KARTU HALLO Kirim SMS ke 6616 dengan pesan : Ketik : GPRS KARTU SIMPATI/KARTU AS Kirim SMS ke 6616 dengan pesan : Ketik : GPRS[spasi]angka dibelakang simcard [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=31&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum melakukan browsing harus diperhatikan settingan untuk koneksi internet. Berikut ini settingan untuk masing-masing operator. Diharapkan bisa membantu teman yang kebingungan. Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi <em>www.seluler.co.id</em>. </p>
<p><strong>TELKOMSEL</strong><br />
<strong>KARTU HALLO </strong><br />
Kirim SMS ke 6616 dengan pesan :<br />
Ketik : GPRS</p>
<p><strong>KARTU SIMPATI/KARTU AS</strong><br />
Kirim SMS ke 6616 dengan pesan :<br />
Ketik : GPRS[spasi]angka dibelakang simcard Anda (Nomor ICCID/Integrated Circuit Card Identification)<br />
Kemudian tunggu beberapa saat, Anda akan mendapat SMS konfirmasi bahwa aplikasi GPRS sedang diproses. <span id="more-31"></span>Waktu yang dibutuhkan sekitar 48 jam. Setelah GPRS aktif, Anda akan mendapat notifikasi SMS lagi yang menyatakan GPRS sudah aktif.</p>
<p>Setting Manual :<br />
GPRS<br />
Profile Name : TSEL GPRS<br />
APN : Telkomsel<br />
User name : wap<br />
Password : wap123<br />
Authentication : Normal<br />
Gateway IP address : 10.1.89.130<br />
Homepage : http://wap.telkomsel.com<br />
Data Bearer : GPRS<br />
Proxy port number : 9201 atau 8000</p>
<p>MMS<br />
Connection Name: tel-MMS<br />
Data Bearer: GPRS<br />
Access Point Name: mms<br />
Username: wap<br />
Prompt Password: No<br />
Password: wap123<br />
Authentication: Normal<br />
Proxy address: 10.1.89.150<br />
Homepage: http://mms.telkomsel.com/<br />
Connection Security: Off</p>
<p><strong>MATRIX</strong><br />
Setting OTA:<br />
Kirim SMS ke888 dengan pesan :<br />
ACT[spasi]GPRS</p>
<p><strong>MENTARI</strong><br />
Setting OTA via SMS ;<br />
Kirim SMS ke3000 dengan pesan :<br />
Ketik : GPRS[spasi] merk HP[spasi] tipe HP</p>
<p>Setting Manual :<br />
GPRS<br />
Profile Name : INDOSATGPRS<br />
Homepage URL : http://wap.klub-mentari.com<br />
IP Address : 10.19.19.19<br />
Bearer : GPRS<br />
User Name : indosat<br />
Password : indosat<br />
APN : indosatgprs</p>
<p>MMS<br />
Profile Name : INDOSATGPRS<br />
Homepage URL : http://mmsc.indosat.com<br />
IP Address : 10.19.19.19:8080<br />
Bearer : GPRS<br />
User Name : indosat<br />
Password : indosat<br />
APN : indosatmms</p>
<p><strong>IM3</strong><br />
Setting OTA via SMS ;<br />
Kirim SMS ke3939 dengan pesan :<br />
Ketik : GPRS[spasi] merk HP[spasi] tipe HP</p>
<p>Setting Manual :<br />
GPRS<br />
Connection name : M3-GPRS<br />
Access point name : www.indosat-m3.net<br />
User name : gprs<br />
Password : im3<br />
Authentication : Normal<br />
Homepage : http://wap.indosat-m3.net<br />
IP address : 010.019.019.019<br />
Port : 9201 (standard), 8080 (proxy)</p>
<p>MMS<br />
Connection name : M3-MMS<br />
Access point name : indosatmms<br />
User name : indosatmms<br />
Password : indosatmms<br />
Authentication : Normal<br />
Homepage : http://mmsc.indosat-m3.net<br />
IP address : 010.019.019.019<br />
Port : 9201 (standard), 8080 (proxy)</p>
<p><strong>XL</strong><br />
Setting OTA via SMS ;<br />
Ketik SMS dengan isi : GPRS[spasi][spasi] Kirim ke 9667<br />
Ketik SMS dengan isi : MMS[spasi][spasi] Kirin ke 9667</p>
<p>Setting Manual :<br />
GPRS<br />
Connection Name: XL-GPRS<br />
Data Bearer: GPRS<br />
Access Point Name: www.xlgprs.net<br />
Username: xlgprs<br />
Prompt Password: No<br />
Password: proxl<br />
Authentication: Normal<br />
Homepage: http://wap.lifeinhand.com<br />
Connection Security: Off<br />
Session Mode: Permanent<br />
IP Address: Automatic<br />
Proxy Server Address: 202.152.240.050<br />
Proxy Port Number: 8080</p>
<p>MMS<br />
Connection Name: XL-MMS<br />
Data Bearer: GPRS<br />
Access Point Name: www.xlmms.net<br />
Username: xlgprs<br />
Prompt Password: No<br />
Password: proxl<br />
Authentication: Normal<br />
Homepage: http://mmc.xl.net.id/servlets/mms<br />
Connection Security: Off<br />
Session Mode: Permanent<br />
IP Address: Automatic<br />
Proxy Server Address: 202.152.240.050<br />
Proxy Port Number: 8080</p>
<p><strong>3 (THREE)</strong><br />
Setting Manual :<br />
GPRS<br />
Settings’ Name: 3-GPRS<br />
Homepage : http://wap.three.co.id/<br />
Proxies : Enable<br />
Proxy address : 10.4.0.10<br />
Port : 3128<br />
GPRS access point : 3gprs<br />
Authentication type : Normal<br />
Login type : Automatic<br />
Username : 3gprs<br />
Password : 3gprs</p>
<p>MMS<br />
Settings’ name : 3-MMS<br />
Homepage : http://mms.hutch.co.id/<br />
GPRS access point : 3mms<br />
Authentication type : Normal<br />
Username : 3mms<br />
Password : 3mms<br />
Allow adverts : No</p>
<p><strong>KARTU AXIS</strong></p>
<p>Parameter Umum GPRS<br />
Connection Name : AXIS<br />
Data Bearer : GPRS atau PS<br />
Access Point Name (APN) : AXIS<br />
Username : AXIS<br />
Prompt Password : No<br />
Password : 123456<br />
Authentication : Normal<br />
Gateway/Proxy IP Address : 10.8.3.8<br />
Gateway/Proxy Port : 9201 atau 8080<br />
Homepage : http://wap.axisworld.co.id<br />
Connection Security : Off<br />
Session Mode : Permanent</p>
<p>Parameter Umum MMS<br />
Connection Name : AXISmms<br />
Data Bearer : GPRS atau PS<br />
Access Point Name (APN) : AXISmms<br />
Username : AXIS<br />
Prompt Password : No<br />
Password : 123456<br />
Authentication : Normal<br />
Gateway/Proxy IP Address : 10.8.3.8<br />
Gateway/Proxy Port : 9201 atau 8080<br />
Homepage / MMS Server : http://mmsc.AXIS<br />
Connection Security : Off<br />
Session Mode : Permanent</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=31&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/cara-setting-gprs-dan-mms-untuk-semua-operator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ACER ASPIRE ONE D150</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/acer-aspire-one-d150/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/acer-aspire-one-d150/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 14:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekhnologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Bagi teman mahasiswa yang sukanya browsing dan punya banyak tugas khususnya dalam hal mengetik laporan, jurnal dll mungkin disarankan beli laptop ACER bagi yang belum punya. Berikut penjelasan mengenai ACER: Acer telah merilis netbook Aspire One, dengan layar 10.1 inch, dan space penyimpanan lebih banyak, juga baterai yang lebih besar dengan ketahanan hingga 7 jam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=24&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi teman mahasiswa yang sukanya browsing dan punya banyak tugas khususnya dalam hal mengetik laporan, jurnal dll mungkin disarankan beli laptop ACER bagi yang belum punya. Berikut penjelasan mengenai ACER:</p>
<p><img src="http://istanareload.files.wordpress.com/2009/05/acer-aspire-one-d150.jpg" alt="Gambar ACER ONE D150" />Acer telah merilis netbook Aspire One, dengan layar 10.1 inch, dan space penyimpanan lebih banyak, juga baterai yang lebih besar dengan ketahanan hingga 7 jam, masuk dalam desain netbook yang stylish ini. <span id="more-24"></span>Netbook Acer Aspire One D150 ini dilengkapi dengan processor Intel Atom N280 1.66Ghz, memory RAM DDR2 1GB, namun tidak ada optical drive. Dalam usaha menerbitkan netbook Aspire One D150 ini, Acer membuatnya dalam berbagai variasi warna, seperti putih, hitam, biru dan merah. Sedangkan kapasitas penyimpanan harddisk netbook Aspire One D150 ini sebesar 160GB, plus fasilitas koneksi Wireless-G Wi-Fi dan Bluetooth 2.0 serta ada pula WWAN untuk jaringan 3G atau HSDPA (biasanya optional tapi kalau mau tambah bias aja). Selain Wi-Fi, netbook Aspire One D150 ini memiliki jaringan 10/100 Fast Ethernet. </p>
<p>Untuk fasilitas konektor netbook Acer Aspire One D150 ini terdiri dari 3 port USB, port VGA, LAN jack, card reader, microphone dan headphone jack. Sementara di bagian penutup tampak berwarna glossy, dan bisa memanfaatkan fingerprint dengan maksimal. Netbook Acer Aspire One D150 ini tampak bagus terutama di bawah cahaya terang, plus logo corner tertempel di bagian sudut netbook. Di samping kanan netbook ini terdapat port untuk mengisi baterai dan 2 port USB lainnya. Sayangnya, netbook Acer Aspire One D150 ini tidak dilengkapi dengan slot ExpressCard.</p>
<p>Netbook Acer Aspire One D150 ini mampu berjalan di system operasi Windows XP Home. Untuk dimensi berkisar 260x35x210 mm, dengan bobot netbook sekitar 1.39 kg, plus fasilitas camera dengan tipe resolusi masih VGA. Namun, trackpad sangat kecil bila dibandingkan dengan model sebelumnya, dan tombol mouse di trackpad juga kurang nyaman. Sedangkan untuk keyboard juga kurang nyaman untuk mengetik selama berjam-jam. Untuk harga kisaran netbook Acer Aspire One D150 ini sebesar 5jutaan dengan garansi 1 tahun.</p>
<p>Kelebihan netbook Acer Aspire One D150 :<br />
•	Layar 10.1 inch<br />
•	Desain tampak stylish<br />
•	Baterai mampu bertahan lama<br />
•	Harga cukup terjangkau</p>
<p>Kekurangan ;<br />
•	Trackpad kecil<br />
•	Bobot berat untuk ukuran netbook</p>
<p>Sumber:<em>www.beritanet.com</em> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=24&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/acer-aspire-one-d150/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://istanareload.files.wordpress.com/2009/05/acer-aspire-one-d150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar ACER ONE D150</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perdarahan Post Partum (HPP)</title>
		<link>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/perdarahan-post-partum-hpp/</link>
		<comments>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/perdarahan-post-partum-hpp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 08:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istanareload</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanareload.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN Perdarahan setelah melahirkan atau hemorrhagic post partum (HPP) adalah konsekuensi perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta, trauma di traktus genitalia dan struktur sekitarnya, atau keduanya.1 Di Indonesia, Sebagian besar persalinan terjadi tidak di rumah sakit, sehingga sering pasien yang bersalin di luar kemudian terjadi perdarahan post partum terlambat sampai ke rumah sakit, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=19&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                                          BAB I<br />
                                   PENDAHULUAN</p>
<p>Perdarahan setelah melahirkan atau hemorrhagic post partum (HPP) adalah konsekuensi perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta, trauma di traktus genitalia dan struktur sekitarnya, atau keduanya.1<br />
Di Indonesia, Sebagian besar persalinan terjadi tidak di rumah sakit, sehingga sering pasien yang bersalin di luar kemudian terjadi perdarahan post partum terlambat sampai ke rumah sakit, saat datang keadaan umum/hemodinamiknya sudah memburuk, akibatnya mortalitas tinggi.3 Menurut Depkes RI, kematian ibu di Indonesia (2002) adalah 650 ibu tiap 100.000 kelahiran hidup dan 43% dari angka tersebut disebabkan oleh  perdarahan  post partum.2<br />
HPP adalah perdarahan yang masif yang berasal dari tempat implantasi plasenta, robekan pada jalan lahir dan jaringan sekitarnya dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu disamping perdarahan karena hamil ektopik atau abortus. HPP bila tidak mendapat penanganan yang semestinya akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta proses penyembuhan kembali. 13<br />
Apabila terjadi perdarahan yang berlebihan pasca persalinan harus dicari etiologi yang spesifik. Atonia uteri, retensio plasenta (termasuk plasenta akreta dan variannya), sisa plasenta, dan laserasi traktus genitalia merupakan penyebab sebagian besar perdarahan post partum. Dalam 20 tahun terakhir, plasenta akreta mengalahkan atonia uteri sebagai penyebab tersering perdarahan post partum yang keparahannya mengharuskan dilakukan tindakan histerektomi. Laserasi traktus genitalia yang dapat terjadi sebagai penyebab perdarahan post partum antara lain laserasi perineum, laserasi vagina, cedera levator ani dan cedera pada serviks uteri.1<br />
Berdasarkan hal tersebut di atas dan dari temuan kami di klinik diperoleh kasus retensio plasenta sebagai salah satu penyebab ka<span id="more-19"></span>sus HPP, maka dari itu kami akan berupaya untuk mengkaji kasus tersebut.</p>
<p>BAB III<br />
TINJAUAN PUSTAKA</p>
<p>A.	Definisi<br />
Perdarahan post partum didefinisikan sebagai perdarahan yang melebihi 500 ml dalam 24 jam pertama setelah anak lahir12,  atau setara dengan pengeluaran darah 1000 ml pada seksio sesarea.1</p>
<p>B.	Klasifikasi<br />
Klasifikasi perdarahan postpartum :1,4,9<br />
Perdarahan post partum primer / dini  (early postpartum hemarrhage) : Perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utamanya adalah atonia uteri, retention plasenta, sisa plasenta dan robekan jalan lahir. Banyaknya terjadi pada 2 jam pertama<br />
Perdarahan Post Partum Sekunder / lambat (late postpartum hemorrhage) : Perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama.9</p>
<p>C.	Etiologi<br />
Etiologi dari perdarahan post partum berdasarkan klasifikasi dan penyebabnya :<br />
Perdarahan postpartum dini<br />
1.	Atonia uteri<br />
Definisi :<br />
Keadaan lemahnya tonus/konstraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan plasenta lahir. (Merah) Pada atonia uteri uterus terus tidak  mengadakan konstraksi dengan baik, dan ini merupakan sebab utama dari perdarahan post partum.9</p>
<p>Faktor predisposisi terjadinya atoni uteri adalah :<br />
•	Regangan rahim yang berlebihan karena gemeli, polihidroamnion, atau anak terlalu besar<br />
•	Kelelahan karena persalinan lama atau persalinan lama atau persalinan kasep.<br />
•	Ibu dengan keadaan umum yang jelek, anemis, atau menderita penyakit menahun.<br />
•	Mioma uteri yang mengganggu kontraksi rahim.<br />
•	Infeksi intrauterin (korioamnionitis)<br />
•	Ada riwayat pernah atonia uteri sebelumnya.<br />
•	Umur yang terlalu muda / tua<br />
•	Prioritas sering di jumpai pada multipara dan grande mutipara<br />
•	Faktor sosial ekonomi yaitu malnutrisi</p>
<p>Gejala Klinik :<br />
•	Perdarahan pervaginam masif<br />
•	Konstraksi uterus lemah<br />
•	anemia<br />
•	Konsistensi rahim lunak, 12</p>
<p>Diagnosis :<br />
•	bila setelah bayi dan plasenta lahir ternyata perdarahan masih aktif dan banyak, bergumpal<br />
•	pada palpasi didapatkan fundus uteri masih setinggi pusat atau lebih<br />
•	konstraksi yang lembek.<br />
•	Perlu diperhatikan pada saat atonia uteri didiagnosis, maka pada saat itu juga masih ada darah sebanyak 500-1000 cc yang sudah keluar dari pembuluh darah, tetapi masih terperangkap dalam uterus dan harus diperhitungkan dalam kalkulasi pemberian darah pengganti. 13</p>
<p>Penanganan :<br />
Banyaknya darah yang hilang akan mempengaruhi keadaan umum pasien. Pasien bisa masih dalam keadaan sadar, sedikit anemis, atau sampai syok berat hipovolemik. Tindakan pertama yang harus dilakukan bergantung pada keadaan kliniknya. 13<br />
Pada umunya dilakukan secara simultan (bila pasien syok) hal-hal sebagai berikut :<br />
a.	Sikap Trendelenburg, memasang venous line, dan memberikan oksigen.<br />
b.	Sekaligus merangsang konstraksi uterus dengan cara :<br />
-	Masase fundus uteri dan merangsang puting susu<br />
-	Pemberian oksitosin dan turunan ergot melalui i.m, i.v, atau s.c<br />
-	Memberikan derivat prostaglandin<br />
-	Pemberian misoprostol 800-1000 ug per rektal<br />
-	Kompresi bimanual eksternal dan/atau internal<br />
-	Kompresi aorta abdominalis<br />
c.	Bila semua tindakan itu gagal, maka dipersiapkan untuk dilakukan tindakan operatif laparotomi dengan pilihan bedah konservatif (mempertahankan uterus) atau melakukan histerektomi. </p>
<p>2.	Robekan jalan lahir<br />
Perdarahan dalam keadaan di mana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat dipastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari perlukaan jalan lahir.<br />
Klinik :<br />
•	Darah segar yang mengalir segera setelah bayi lahir<br />
•	Uterus kontraksi dan keras<br />
•	Plasenta lengkap<br />
•	Pucat dan Lemah </p>
<p>Perlukaan jalan lahir terdiri dari:<br />
a.	Robekan Perineum<br />
b.	HematomaVulva<br />
c.	Robekan dinding vagina<br />
d.	Robekan serviks<br />
e.	Ruptura uteri</p>
<p>a.	Robekan Perineum<br />
Dibagi atas 4 tingkat<br />
Tingkat I : robekan hanya pada selaput lendir vagina dengan atau tanpa mengenai kulit perineum<br />
Tingkat II : robekan mengenai selaput lendir vagina dan otot perinei transversalis, tetapi tidak mengenai sfingter ani<br />
Tingkat III : robekan mengenai seluruh perineum dan otot sfingter ani<br />
Tingkat IV : robekan sampai mukosa rektum </p>
<p>Kolporeksis adalah suatu keadaan di mana terjadi robekan di vagina bagian atas, sehingga sebagian serviks uteri dan sebagian uterus terlepas dari vagina. Robekan ini memanjang atau melingkar.<br />
Robekan serviks dapat terjadi di satu tempat atau lebih. Pada kasus partus presipitatus, persalinan sungsang, plasenta manual, terlebih lagi persalinan operatif pervaginam harus dilakukan pemeriksaan dengan spekulum keadaan jalan lahir termasuk serviks. </p>
<p>Pengelolaan Episiotomi, robekan perineum, dan robekan vulva<br />
Ketiga jenis perlukaan tersebut harus dijahit.<br />
1.	Robekan perineum tingkat I<br />
Penjahitan robekan perineum tingkat I dapat dilakukan dengan memakai catgut yang dijahitkan secara jelujur atau dengan cara jahitan angka delapan (figure of eight).<br />
2.	Robekan perineum tingkat II<br />
Sebelum dilakukan penjahitan pada robekan perineum tingkat I atau tingkat II, jika dijumpai pinggir robekan yang tidak rata atau bergerigi, maka pinggir yang bergerigi tersebut harus diratakan terlebih dahulu. Pinggir robekan sebelah kiri dan kanan masing-masing dijepit dengan klem terlebih dahulu, kemudian digunting. Setelah pinggir robekan rata, baru dilakukan penjahitan luka robekan.<br />
Mula-mula otot-otot dijahit dengan catgut, kemudian selaput lendir vagina dijahit dengan catgut secara terputus-putus atau delujur. Penjahitan mukosa vagina dimulai dari puncak robekan. Sampai kulit perineum dijahit dengan benang catgut secara jelujur.<br />
3.	Robekan perineum tingkat III<br />
Pada robekan tingkat III mula-mula dinding depan rektum yang robek dijahit, kemudian fasia perirektal dan fasial septum rektovaginal dijahit dengan catgut kromik, sehingga bertemu kembali. Ujung-ujung otot sfingter ani yang terpisah akibat robekan dijepit dengan klem / pean lurus, kemudian dijahit dengan 2 – 3 jahitan catgut kromik sehingga bertemu lagi. Selanjutnya robekan dijahit lapis demi lapis seperti menjahit robekan perineum tingkat II.<br />
4.	Robekan perineum tingkat IV<br />
Pada robekan perineum tingkat IV karena tingkat kesulitan untuk melakukan perbaikan cukup tinggi dan resiko terjadinya gangguan berupa gejala sisa dapat menimbulkan keluhan sepanjang kehidupannya, maka dianjurkan apabila memungkinkan untuk melakukan rujukan dengan rencana tindakan perbaikan di rumah sakit kabupaten/kota. </p>
<p>b. Hematoma vulva<br />
1.	Penanganan hematoma tergantung pada lokasi dan besar hematoma. Pada hematoma yang kecil, tidak perlu tindakan operatif, cukup dilakukan kompres.<br />
2.	Pada hematoma yang besar lebih-lebih disertai dengan anemia dan presyok, perlu segera dilakukan pengosongan hematoma tersebut. Dilakukan sayatan di sepanjang bagian hematoma yang paling terenggang. Seluruh bekuan dikeluarkan sampai kantong hematoma kosong. Dicari sumber perdarahan, perdarahan dihentikan dengan mengikat atau menjahit sumber perdarahan tersebut. Luka sayatan kemudian dijahit. Dalam perdarahan difus dapat dipasang drain atau dimasukkan kasa steril sampai padat dan meninggalkan ujung kasa tersebut diluar. </p>
<p>c.. Robekan dinding vagina<br />
1.	Robekan dinding vagina harus dijahit.<br />
2.	Kasus kolporeksis dan fistula visikovaginal harus dirujuk ke rumah sakit. </p>
<p>d.	Robekan serviks<br />
Robekan serviks paling sering terjadi pada jam 3 dan 9. Bibir depan dan bibir belakang serviks dijepit dengan klem Fenster. Kemudian serviks ditarik sedikit untuk menentukan letak robekan dan ujung robekan. Selanjutnya robekan dijahit dengan catgut kromik dimulai dari ujung robekan untuk menghentikan perdarahan. </p>
<p>3.	Retensio plasenta<br />
Definisi :<br />
plasenta tetap tertinggal dalam uterus 30 menit setelah anak lahir. Plasenta yang sukar dilepaskan dengan pertolongan aktif kala III dapat disebabkan oleh adhesi yang kuat antara plasenta dan uterus.<br />
Faktor predisposisi :<br />
•	Plasenta previa<br />
•	Bekas SC<br />
•	Kuret berulang<br />
•	Multiparitas<br />
Penyebab :<br />
a.	Fungsional<br />
•	HIS kurang kuat<br />
•	Plasenta sukar terlepas karena :<br />
Tempatnya		: insersi di sudut tuba<br />
Bentuknya 		: placenta membranacea, placenta anularis.<br />
Ukurannya		: placenta yang sangat kecil<br />
	Plasenta yang sukar lepas karena sebab-sebab tersebut di atas disebut plasenta adhesiva<br />
b.	Patologi- Anatomis<br />
•	Placenta akreta	: vilous plasenta melekat ke miometrium<br />
•	Placenta increta	: vilous menginvaginasi miometrium<br />
•	Placenta percreta	: vilous menembus miometrium sampai serosa</p>
<p>Plasenta akreta ada yang komplit ialah kalau seluruh permukaannya melekat dengan erat pada dinding rahim dan ada yang parsialis ialah kalau hanya beberapa bagian dari permukaannya lebih erat berhubungan dengan dinding rahim dari biasa. Plasenta akreta yang terjadi komplit begitu juga placenta increta dan percreta jarang terjadi. Sebabnya plasenta akreta adalah kelainan decidua misalnya desidua yang terlalu tipis. Plasenta akreta menyebabkan retensio plasenta.<br />
Pada retensio plasenta, sepanjang plasenta belum terlepas, maka tidak akan menimbulkan perdarahan yang cukup banyak (perdarahan kala III) dan harus diantisipasi dengan segera melakukan plasenta manual.<br />
Sisa plasenta bisa diduga bila kala uri berlangsung tidak lancar, atau setelah melakukan plasenta manual atau menemukan adanya kotiledon yang tidak lengkap pada saat melakukan pemeriksaan plasenta dan masih ada perdarahan dari ostium uteri eksternum pada saat konstraksi rahim sudah baik dan robekan jalan lahir sudah terjahit. Untuk itu, harus dilakukan eksplorasi  ke dalam rahim dengan cara manual atau kuret dan pemberian uterotonika. </p>
<p>Klinis :<br />
•	Perdarahan pervagina<br />
•	Plasenta belum keluar setelah 30 menit kelahiran bayi<br />
•	Uterus berkonstraksi dan keras</p>
<p>Terapi :<br />
•	kalau placenta dalam ½ jam setelah anak lahir, belum memperlihatkan gejala-gejala perlepasan, maka dilakukan pelepasan, maka dilakukan manual plasenta.<br />
-	Teknik pelepasan placenta secara manual: alat kelamin luar pasien di desinfeksi begitu pula tangan dan lengan bawah si penolong. Setelah tangan memakai sarung tangan, labia disingkap, tangan kanan masuk secara obsteris ke dalam vagina. Tangan luar menahan fundus uteri. Tangan dalam kini menyusuri tali pusat yang sedapat-dapatnya diregangkan oleh asisten.<br />
-	Setelah tangan dalam sampai ke plasenta, maka tangan pergi ke pinggir plasenta dan sedapat-dapatnya mencari pinggir yang sudah terlepas.<br />
-	Kemudian dengan sisi tangan sebelah kelingking, plasenta dilepaskan ialah antara bagian plasenta yang sudah terlepas dan dinding rahim dengan gerakan yang sejajar dengan dinding rahim. Setelah plasenta terlepas seluruhnya, plasenta dipegang dan dengan perlahan-lahan ditarik ke luar.<br />
•	Plasenta akreta<br />
Terapi : Plasenta akreta parsialis masih dapat dilepaskan secara manual tetapi plasenta akreta komplit tidak boleh dilepaskan secara manual karena usaha ini dapat menimbulkan perforasi dinding rahim. Terapi terbaik dalam hal ini adalah histerektomi.</p>
<p>4. Gangguan pembekuan darah<br />
Penyebab pendarahan pasca persalinan karena gangguan pembekuan darah baru dicurigai bila penyebab yang lain dapat disingkirkan apalagi disertai ada riwayat pernah mengalami hal yang sama pada persalinan sebelumnya. Akan ada tendensi mudah terjadi perdarahan setiap dilakukan penjahitan dan perdarahan akan merembes atau timbul hematoma pada bekas jahitan, suntikan, perdarahan dari gusi, rongga hidung, dan lain-lain.<br />
Pada pemeriksaan penunjang ditemukan hasil pemeriksaan faal hemostasis yang abnormal. Waktu perdarahan dan waktu pembekuan memanjang, trombositopenia, terjadi hipofibrinogenemia, dan terdeteksi adanya FDP (fibrin degradation product) serta perpanjangan tes protombin dan PTT (partial thromboplastin time).<br />
Predisposisi untuk terjadinya hal ini adalah solusio plasenta, kematian janin dalam kandungan, eklampsia, emboli cairan ketuban, dan sepsis. Terapi yang dilakukan adalah dengan transfusi darah dan produknya seperti plasma beku segar, trombosit, fibrinogen dan heparinisasi atau EACA (epsilon amino caproic acid).</p>
<p>Pencegahan<br />
Klasifikasi kehamilan resiko rendah dan resiko tinggi akan memudahkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk menata strategi pelayanan ibu hamil saat perawatan antenatal dan melahirkan dengan mengatur petugas kesehatan mana yang sesuai dan jenjang rumah sakit rujukan. Akan tetapi, pada saat proses persalinan, semua kehamilan mempunyai resiko untuk terjadinya patologi persalinan, salah satunya adalah perdarahan pasca persalinan. Antisipasi terhadap hal tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:<br />
1. Persiapan sebelum hamil untuk memperbaiki keadaan umum dan mengatasi setiap penyakit kronis, anemia, dan lain-lain sehingga pada saat hamil dan persalinan pasien tersebut ada dalam keadaan optimal.<br />
2. Mengenal factor predisposisi perdarahan pasca persalinan seperti mutiparitas, anak besar, hamil kembar, hidramnion, bekas seksio, ada riwayat perdarahan pasca persalinan sebelumnya dan kehamilan resiko tinggi lainnya yang resikonya akan muncul saat persalinan.<br />
3. Persalinan harus selesai dalam waktu 24 jam dan pencegahan partus lama.<br />
4. Kehamilan resiko tinggi agar melahirkan di fasilitas rumah sakit rujukan.<br />
5. Kehamilan resiko rendah agar melahirkan di tenaga kesehatan terlatih dan menghindari persalinan dukun<br />
6. Menguasai langkah-langkah pertolongan pertama menghadapi perdarahan pasca persalinan dan mengadakan rujukan sebagaimana mestinya.</p>
<p>b.      Etiologi perdarahan postpartum lambat :<br />
1.	Sisa Plasenta<br />
Sisa plasenta dan ketuban yang masih tertinggal dalam rongga rahim dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini atau perdarahan pospartum lambat (biasanya terjadi dalam 6 – 10 hari pasca persalinan). Pada perdarahan postpartum dini akibat sisa plasenta ditandai dengan perdarahan dari rongga rahim setelah plasenta lahir dan kontraksi rahim baik. Pada perdarahan postpartum lambat gejalanya sama dengan subinvolusi rahim, yaitu perdarahan yang berulang atau berlangsung terus dan berasal dari rongga rahim. Perdarahan akibat sisa plasenta jarang menimbulkan syok.<br />
Penilaian klinis sulit untuk memastikan adanya sisa plasenta, kecuali apabila penolong persalinan memeriksa kelengkapan plasenta setelah plasenta lahir. Apabila kelahiran plasenta dilakukan oleh orang lain atau terdapat keraguan akan sisa plasenta, maka untuk memastikan adanya sisa plasenta ditentukan dengan eksplorasi dengan tangan, kuret atau alat bantu diagnostik yaitu ultrasonografi. Pada umumnya perdarahan dari rongga rahim setelah plasenta lahir dan kontraksi rahim baik dianggap sebagai akibat sisa plasenta yang tertinggal dalam rongga rahim. </p>
<p>Pengelolaan<br />
1.	Pada umumnya pengeluaran sisa plasenta dilakukan dengan kuretase. Dalam kondisi tertentu apabila memungkinkan, sisa plasenta dapat dikeluarkan secara manual.<br />
Kuretase harus dilakukan di rumah sakit dengan hati-hati karena dinding rahim relatif tipis dibandingkan dengan kuretase pada abortus.<br />
2.	Setelah selesai tindakan pengeluaran sisa plasenta, dilanjutkan dengan pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau per oral.<br />
3.	Antibiotika dalam dosis pencegahan sebaiknya diberikan. </p>
<p>DIAGNOSA HEMORAGIC POST PARTUM<br />
1.	Untuk membuat diagnosis perdarahan postpartum perlu diperhatikan ada perdarahan yang menimbulkan hipotensi dan anemia. apabila hal ini dibiarkan berlangsung terus, pasien akan jatuh dalam keadaan syok. perdarahan postpartum tidak hanya terjadi pada mereka yang mempunyai predisposisi, tetapi pada setiap persalinan kemungkinan untuk terjadinya perdarahan postpartum selalu ada. 9<br />
2.	Perdarahan yang terjadi dapat deras atau merembes. perdarahan yang deras biasanya akan segera menarik perhatian, sehingga cepat ditangani sedangkan perdarahan yang merembes karena kurang nampak sering kali tidak mendapat perhatian. Perdarahan yang bersifat merembes bila berlangsung lama akan mengakibatkan kehilangan darah yang banyak. Untuk menentukan jumlah perdarahan, maka darah yang keluar setelah uri lahir harus ditampung dan dicatat. 9<br />
3.	Kadang-kadang perdarahan terjadi tidak keluar dari vagina, tetapi menumpuk di vagina dan di dalam uterus. Keadaan ini biasanya diketahui karena adanya kenaikan fundus uteri setelah uri keluar.<br />
4.	Untuk menentukan etiologi dari perdarahan postpartum diperlukan pemeriksaan lengkap yang meliputi anamnesis, pemeriksaan umum, pemeriksaan abdomen dan pemeriksaan dalam. 9<br />
5.	Pada atonia uteri terjadi kegagalan kontraksi uterus, sehingga pada palpasi abdomen uterus didapatkan membesar dan lembek. Sedangkan pada laserasi jalan lahir uterus berkontraksi dengan baik sehingga pada palpasi teraba uterus yang keras. Dengan pemeriksaan dalam dilakukan eksplorasi vagina, uterus dan pemeriksaan inspekulo. Dengan cara ini dapat ditentukan adanya robekan dari serviks, vagina, hematoma dan adanya sisa-sisa plasenta.9</p>
<p>PENANGANAN SECARA UMUM HEMORAGIC POST PARTUM:10<br />
1.	Ketahui dengan pasti kondisi pasien sejak awal (saat masuk)<br />
2.	Pimpin persalinan dengan mengacu pada persalinan bersih dan aman (termasuk upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan)<br />
3.	Lakukan observasi melekat pada 2 jam pertama pasca persalinan (di ruang persalinan) dan lanjutkan pemantauan terjadwal hingga 4 jam berikutnya (di ruang rawat gabung).<br />
4.	Selalu siapkan keperluan tindakan gawat darurat<br />
5.	Segera lakukan penlilaian klinik dan upaya pertolongan apabila dihadapkan dengan masalah dan komplikasi<br />
6.	Atasi syok<br />
7.	Pastikan kontraksi berlangsung baik (keluarkan bekuan darah, lakukam pijatan uterus, berikan uterotonika 10 IU IM dilanjutkan infus 20 IU dalam 500cc NS/RL dengan 40 tetesan permenit.<br />
8.	Pastikan plasenta telah lahir dan lengkap, eksplorasi kemungkinan robekan jalan lahir.<br />
9.	Bila perdarahan terus berlangsung, lakukan uji beku darah.<br />
10.	Pasang kateter tetap dan lakukan pemantauan input-output cairan<br />
11.	Cari penyebab perdarahan dan lakukan penangan spesifik.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>1.	Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Gilstrap III LC, Wenstrom KD. Uterine Leiomyomas. In : Williams Obstetrics. 22nd edition. Mc Graw-Hill. New York : 2005.<br />
2.	Sheris j. Out Look : Kesehatan ibu dan Bayi Baru Lahir. Edisi Khusus. PATH. Seattle : 2002.<br />
3.	Winkjosastro H, Hanada . Perdarahan Pasca Persalinan. Disitasi tanggal 21 September 2008 dari : http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklobpt12 .html [update : 1 Februari 2005].<br />
4.	Setiawan Y. Perawatan perdarahan post partum. Disitasi tanggal 21 September 2008 http://www.Siaksoft.net [update : Januari 2008].<br />
5.	Alhamsyah. Retensio Plasenta. Disitasi tanggal 22 September 2008 dari : www.alhamsyah.com [update : Juli 2008].<br />
6.	Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Perdarahan Pasca Persalinan.. Disitasi tanggal 22 September 2008 dari : http://.www.Fkunsri.wordpress.com [update : Agustus 2008].<br />
7.	Wiknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadi T. Tindakan Operatif Dalam Kala Uri. Dalam : Ilmu Bedah Kebidanan. Edisi 3. Jakarta : YBP-SP. 2002.<br />
8.	WHO. Managing Complications in Pregnancy and Childbirth : Manual Removal. of Placenta. Disitasi tanggal 22 September 2008 dari :http://www.who.int/reproductivehealth/impac/Procedures/Manual_removal_P77_P79.html. [update : 2003].<br />
9.	Wiknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadi T. Perdarahan Post Partum. Dalam : Ilmu Bedah Kebidanan. Edisi 3. Jakarta : YBP-SP. 2002.</p>
<p>10.	Prawirohardjo S. Perdarahan Paca Persalinan. Dalam : Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP-SP. 2002.</p>
<p>11.	Wiknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadi T. Syok Hemoragika dan Syok Septik. Dalam : Ilmu Bedah Kebidanan. Edisi 3. Jakarta : YBP-SP. 2002.</p>
<p>12.	Bagian Obstetri &amp; Ginekologi Fakultas Kedokteran Unversitas Padjajaran. Obstetri Patologi.Bandung:1984</p>
<p>13.	Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan.  Jakarta:2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanareload.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanareload.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanareload.wordpress.com&amp;blog=7440635&amp;post=19&amp;subd=istanareload&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanareload.wordpress.com/2009/05/13/perdarahan-post-partum-hpp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eaae4cb8052d9029135afdd4c40daf90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">istanareload</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
